Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel Islami

Malam Nisfu Syaban, Benarkah Catatan Amal Ditutup?

Gambar
Malam Nisfu Syaban, Benarkah Catatan Amal Ditutup?     Malam Nisfu Syaban Pertanyaan: Assalammu’alaikum. Apa keistewaan bulan Sya’ban? Karena saya sering mendengar bahwa Allah menutup catatan perbuatan manusia dan menggantinya dengan catatan baru? Terima kasih. Wassalammualaikum warahmatullahi wa barakatu Dari: Dian Jawaban: Wa’alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Pertama, kami tidak pernah menjumpai dalil maupun keterangan ulama bahwa buku catatan amal hamba ditutup di malam nisfu Sya’ban atau ketika bulan Sya’ban. Kami hanya menduga, barangkali anggapan semacam ini karena kesalah pahaman terhadap hadis, dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya, يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa...

Amalan-amalan Sya’ban “Pemanasan” Menuju Ramadhan

Gambar
Amalan-amalan Sya’ban “Pemanasan” Menuju Ramadhan Jumat, 20 April 2018 - 10:05 WIB Terkait Warga Palestina Gelar Aksi “Jumat Ban”, Jumlah ‘Syuhada’ Tambah 22 Orang Apa Persiapan Kita Menuju Ramadhan? Kewajiban Jihad dengan Qalam Bersikap Sabar Saat Menghadapi Ujian (2) DIRIWAYATKAN dari Anas bin Malik bahwasannya umat Islam di masa beliau jika memasuki bulan Sya’ban, maka mereka sibuk dengan mushaf-mushaf dan mereka membacanya, mereka juga mengeluarkan zakat dari harta-harta mereka untuk memperkuat orang-orang yang lemah dan miskin dalam menghadapi puasa Ramadhan. ( Latha`if Al Ma’arif , hal. 258) Dari apa yang disampaikan Al Hafidz Ibnu Rajab tersebut nampaklah bahwasannya amalan-amalan bulan Ramadhan sudah mulai dikerjakan di bulan Sya’aban. Hal itu diperkuat dengan amalan para ulama. Memperbanyak Membaca Al Quran Di bulan Rajab, para salaf shalih semakin memfokuskan diri untuk membaca Al Qur`an meski Ramadhan b...

Hikmah Dari Perjalanan Isra dan Mi'raj

Gambar
Kisah Nabi Muhammad Hikmah dari Perjalanan Isra dan Mi’raj     Perjalanan isra dan mi’raj merupakan perjalanan yang penuh berkah yang menunjukkan betapa Maha Kuasanya Allah Subhanahu wa Ta’ala . Bagaimana seorang hamba –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam -, bersama ruh dan jasadnya menempuh jarak ribuan bahkan jutaan kilometer hanya dalam satu malam saja. Dan dalam perjalanan yang sedemikian cepat tersebut, Allah kuasakan Nabi Muhammad mampu melihat keadaan sekitar yang beliau lewati, baik kejadian atau keadaan saat isra maupun mi’raj. Imam as-Suyuthi adalah di antara ulama yang menjelaskan beberapa hikmah perjalanan isra mi’raj. Beliau mengatakan tentang hikmah perjalanan isra dilakukan di malam hari karena malam hari adalah waktu yang tenang menyendiri dan waktu yang khusus. Itulah waktu shalat yang diwajibkan atas Nabi, sebagaimana dalam firman-Nya, “Berdirilah shalat di malam hari” (QS. Al-Muzammil: 2) (as-Suyuthi, al-Khasha-is an-Nabawiya...

Marhaban Ya Ramadhan

  Marhaban ya Ramadhan SOSOK tamu agung bernama Ramadhan , kini kembali hadir menghampiri kita. Bulan yang mempunyai bermacam kelebihan dan keagungan ini, bahkan terdapat satu malam yang menjadi puncak di antara kelebihan bulan tersebut yang disebut dengan Lailatul Qadar. Sudah selayaknya umat Islam mempersiapkan diri pribadi dan orang yang menjadi tanggungannya semaksimal mungkin, guna menyambut dan mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan ibadah dan amal saleh. Indikasinya persiapan pra Ramadhan menjadi start permulaan yang sangat memenentukan seseorang untuk meraih berbagai kelebihan dan keutamaan dalam bulan Ramadhan ini. Satu kelebihan dan keistimewaan Ramadhan , disebutkan dalam firman Allah Swt: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan , bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, b...

Marhaban ya syahro Sya'ban..

Gambar
Marhaban Ya Sya'ban Bulan Sya’ban adalah bulan yang mulia, hendaknya kita mengisinya dengan memperbanyak amalan ibadah dan puasa secara khusus untuk melatih diri persiapan menyambut bulan Ramadhan agar nanti tidak kaget dengan perubahan spontan sehingga terasa berat bagi kita. Oleh karena itu, Rasulullah صلى الله عليه وسلم memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Gambar Ilustrasi عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : مَا رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلاَّ رَمَضَانَ, وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِيْ شَعْبَانَ Dari Aisyah رضي الله عنها berkata: Saya tidak pernah mengetahui Nabi صلى الله عليه وسلم puasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan saya tidak pernah mengetahui dia lebih banyak berpuasa daripada di bulan sya’ban. (HR. Bukhari: 1969, Muslim: 782) Hikmah memperbanyak puasa di bulan Sya’ban dijelaskan dalam hadits yang lain: عَنْ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَ...

Etika Bercanda Dalam Islam

Etika Bercanda Dalam Islam Bismillahirrahmaanirrahiim.. Seorang lelaki pernah datang kepada Imam Abu Hanifah rahimahullah, kemudian bertanya, "Bila saya sudah melepas baju dan hendak menyebur ke sungai untuk mandi, apakah saya harus menghadap kiblat?" Mendengar pertanyaan itu, Imam Abu Hanifah langsung menjawab, "Yang lebih afdhal hendaknya wajahmu menghadap ke arah bajumu supaya tidak di curi orang." Canda sang Imam langsung mengundang senyum orang-orang yang ada di sekitarnya. Canda merupakan bumbu dalam kehidupan, secukupnya saja di taburkan sebagai penghias kehidupan. Islam sebagai agama yang paling sempurna tidak lepas dalam memberikan adab dalam bercanda. Diantara adab bercanda yang harus diperhatikan antara lain ; 1. Tidak berbohong dalam bercanda   Rasulullah saw mengecam mereka yang membuat tertawa orang lain dengan membohonginya.  "Celakalah bagi orang yang berbicara (bercerita) lalu berbohong untuk membuat orang...

Diam

Diam Dari Abu Hurairah ra diceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda :   "Barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir maka janganlah menyakiti tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir,hendaknya ia memuliakan tamunya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah swt dan hari akhir hendaknya ia berkata baik atau diam." Uqbah bin Amir menceritakan, "saya bertanya kepada Rasulullah saw "Apakah keselamatan itu?" Beliau menjawab," Jagalah lisanmu, perluaslah rumahmu, dan menangislah akan dosa-dosamu." Diam adalah pondasi keselamatan dan merupakan penyesalan terhadap berbagai celaan. Oleh karena itu kewajiban diam di tetapkan oleh syara', perintah dan larangan. Sedangkan diam pada saat-saat tertentu adalah sifat pemimpin, sebagaimana ungkapan bahwa berbicara pada tempatnya termasuk perilaku yang baik. Abu Ali Ad Daqqaq berkata, "Barangsiapa yang mendiamkan kebenaran,maka ia ibarat ...

Adab Dan Amalan Masuk Rumah Baru

Amalan Masuk Rumah Baru Pertanyaan: Assalamualaikum ya ustadz. Saya ingin bertanya, “Saudara saya akan memiliki rumah yang baru dan akan berpindah setelah siap. Apa kah yang harus beliau lakukan sebelum beliau menginapi dirumah itu? Shukran atas jawaban nya. Wasalam.” Dari: Adlindaman Jawaban: Wa alaikumus salam Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, Kami berharap semoga Allah memberkahi anda dengan rumah baru ini, dan menjadikannya sebagai kediaman yang baik, nyaman dan berkah. Berikut beberapa hal yang dianjurkan untuk dilakukan bagi muslim yang mendiami rumah baru, Pertama, bersyukur kepada Allah atas nikmat ini Allah berfirman, وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ “Ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS....

Nasihat Rasulullah SAW

Nasihat Rasulullah SAW Rasulullah SAW pernah memberikan tiga nasihat kepada kedua sahabatnya Abu Dzar dan Abu Abdurrahman bin Jabal ; "Bertaqwalah kepada Allah SWT dimanapun kamu berada, dan ikutilah kesalahanmu dengan kebaikan niscaya ia dapat menghapuskannya. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji." (HR Tirmidzi) Dalam nasihat Rasulullah SAW diatas layak kita perhatikan sebab berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Bertaqwalah dimanapun berada Nasihat Nabi SAW ini menunjukkan bahwa kita harus senantiasa menjaga ketaqwaan kita setiap saat. Menjaga ketaqwaan memang tidaklah mudah, kecuali dengan usaha yang ekstra keras. Suatu ketika sahabat Umar bin Khatab bertanya kepada Ubay bin Ka'ab, "Apakah taqwa itu?" Ubay bin Ka'ab balik bertanya ; "Pernahkah kamu melalui jalan yang berduri?" Umar menjawab "Pernah" Ubay menyambung "Lalu apa yang kamu lakukan?" Umar mnjawab "Aku berhati-hati, waspada,  dan penu...

Jabatan Adalah Bencana...

Jabatan Adalah Bencana... JABATAN ADALAH BENCANA BAGI ULAMA Para ulama dan imam pada zaman dahulu tidak meu memiliki jabatan kekuasaan duniawi, tetapi mereka mempunyai jabatan tinggi di sisi Allah swt, yaitu sebagai wali Allah di muka bumi ini. Mereka bukan tidak pernah ditawari jabatan, mereka bahkan ada yang dipaksa jadi hakim, jadi gubernur dll di zaman mereka, tetapi mereka menolaknya, mereka memilih jabatan yang lebih mulia dengan mendekatkan diri kepada Allah menjadi Waliyullah yang tidak bisa dicopot dan diturunkan olah manusia. Karena mereka merasa jabatan dunia akan menghilangkan cahaya ilmu dan mematikan sifat wara ( menjaga dari hal hal hina dan rendah ) dan akan membakar kezuhudan. Sedangkan sebaliknya para ulama dari kaum bid'ah selalu gila dunia dan jabatan, mereka berlomba lomba mengejar jabatan yang tinggi untuk hawa nafsu dan keserakahan mereka. mereka rata rata menjadi orang penting di masa mereka, dinasty Umawiyah, Abassiyah dan pada masa raja lainnya. M...

Benarkah Engkau Lebih Cinta Akhirat daripada Dunia ?

Benarkah Engkau Lebih Cinta Akhirat daripada Dunia ? Dunia VS Akhirat pilih mana ? Wahai saudaraku seiman dan seislam, Apakah kita sudah yakin bahwa kita lebih mencintai Akhirat daripada dunia ? Ataukah itu hanya ucapan di mulut kita saja tanpa adanya perbuatan dan fakta yang kita lakukan ? Ok lah.. jika kita benar benar merasa cinta akhirat daripada dunia coba kita sama sama merenung : * Jika kita penghobi bola, dan pas ada pertandingan seru antara team MU kesayangan anda melawan barcelona, pas lagi seru serunya ada panggilan adzan sholat subuh... kita pilih mana ? Menyelesaikan pertandingan bola atau pilih mendatangi panggilan Allah ? * Jika kita penghobi moto gp, dan waktunya balapan ada kumandang azan 'isak di masjid dekat rumah kita, kira kira kita akan langsung melangkah ke masjid atau menunggu iqamat agar tidak ketinggalan balapan yang lagi seru serunya ? * Jika kita sedang ada tamu penting, misal bupati di rumah kita, sedang ada suara azan asar di masjid, kita ...

Mengapa Anda Bangga Dengan Apa Yang Anda Miliki ?

Mengapa Anda Bangga Dengan Apa Yang Anda Miliki ? Mengingat kematian... Mengapa hari ini anda masih berani melakukan maksiat ? Apakah anda yakin bahwa esok masih bisa menghirup nafas lagi ? Mengapa hari ini anda masih berani menipu ? Apakah anda yakin besok masih diberi kesempatan bangun dari tidurmu ? Mengapa hari ini anda masih berani korupsi ? Apakah anda yakin besok masih diberikan kesempatan bertaubat ? Mengapa anda hari ini masih berani berzina ? Apakah anda yakin besok anda masih diizinkan di bumi Allah ? Mengapa anda belum melakukan sholat, puasa, zakat dan bagi yang mampu haji ? Apakah anda yakin besok masih diperbolehkan menghirup udara pagi ? Mengapa anda hari ini masih berbangga diri dengan jabatan anda ? Apakah anda yakin besok masih hidup ? Mengapa anda hari ini anda masih berbangga diri dengan kekayaan anda ? Apakah anda yakin besok masih bisa menikmati hari lagi ? Segera bertaubat sebelum terlambat, segera sholat sebelum disholatkan, mari berbuat amal ...

Katakan Tidak pada " Valentins day"

Valentine’s Day Bukan Dari & Untuk Islam! Oleh: Ustadz Abu Ammar al-Ghoyami -hafizhahullah- Tersebutlah dalam sejarah, bahwa dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Lupercalia adalah rangkaian perayaan yang disertai upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung dari tanggal 13-18 Februari. Dua hari pertama, perayaan tersebut dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada dua hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya terambil harus menjadi pasangannya dalam menghibur diri dan menjadi obyek bersenang-senang selama setahun. Lalu pada tanggal 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan binatang buas semacam serigala dan sebagainya. Selama upacara ini, para pemuda membawa sehelai atau selembar kulit binatang sebagai cemeti lembut, dan para wanita berebut untuk d...

Jauhi 8 Sifat Isteri Yang dibenci Suami

Tips Rumah Tangga Bahagia: Jauhi 8 Sifat Istri yang Dibenci Suami KUNCI utama rumah tangga bahagia adalah adanya saling cinta dan kasih sayang antara suami dan istri. Sang suami akan menghargai dan memberikan segenap cinta dan kasih sayang kepada istrinya, jika kaum wanita pun memberikan cinta dan penghargaan kepada suaminya. Demikian pula sebaliknya. Agar istri tidak kehilangan rasa cinta dan rasa hormat suaminya, maka seorang istri harus mengetahui dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami. Di antara sifat-sifat tersebut yang paling menonjol, sebagaimana ditulis Shabah Sa’id dalam bukunya Az-Zaujah Al-Mubdi’ah wa Asrar Al-Jamal, antara lain: 1. Istri yang sibuk dengan dirinya sendiri. Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri. Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri...

Surat seorang Ibu kepada anaknya

SURAT SEORANG IBU KEPADA ANAKNYA Surat ini datang dari ibumu, yang selalu dirundung sengsara. Setelah berpikir panjang, ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri ini. Setiap kali menulis, setiap itu pula gores tulisan ini terhalangi oleh tangis. Dan setiap kali menitikkan air mata, setiap itu pula, hati ini terluka. Wahai anakku… Sepanjang masa yang telah engkau lewati, kulihat engkau telah menjadi laki-laki dewasa, laki-laki yang cerdas dan bijak. Karenanya engkau pantas membaca tulisan ini, sekalipun nantinya engkau akan remas kertas ini, lalu engkau robek-robek, sebagaimana sebelumnya engkau telah remas hati ibu, dan telah engkau robek pula perasaannya. Wahai anakku… 25 tahun telah berlalu, dan tahun-tahun itu merupakan tahun kebahagiaan dalam kehidupanku. Suatu ketika dokter datang menyampaikan tentang kehamilanku, dan semua ibu sangat mengerti arti kalimat tersebut. Bercampur rasa gembira dan bahagia dalam di...

Menjadi Muslim Yang Cerdas

Menjadi Muslim Yang Cerdas Bismillah... Bertaqwalah kepada Allah sebagaimana rasulullah lakukan dan tiga generasi sesudahnya bertaqwa (Sahabat, Tabiien, Tabiut taabiien). Tuntutlah ilmu sebagaimana cara para sahabat menuntut ilmu, kita harusnya sadar jarak kita dengan Rasulullah sudah terlampau jauh, ini bisa menyebabkan kesalahan tafsir perbedaan pendapat, dan hal lainya Secara pribadi, saya prihatin banyak da'i yang masih belum benar-benar memahami islam secara mendalam namun sudah mengisi program acara di televisi nasional. Sedangkan da'i yang keilmuan islamnya sudah bisa dibilang capable malah hampir tidak memiliki kesempatan berbicara dimedia. Media adalah faktor penting untuk menggerakan, mempengaruhi dan menyampaikan informasi kepada masyarakat luas, jika informasi yang disampaikan salah maka Na'udubillah himindzalik. Di postingan kali ini, saya kembali mengingatkan mari menjadi muslim yang cerdas, mari mendengarkan dengan hati dan pikiran yang jernih ag...

La tahzan..

La Tahzan!! Selama Masih Bernafas, Pintu Taubat Terbuka Lebar, Allah Maha Pemurah.. Seluas Luasnya Pintu Dalam Islam Adalah Pintu Taubat Jika Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku].  Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia m...